Friday, July 31, 2020

Perbandingan Pygame, Lua dan Ruby

Pygame

Dibuat pada tahun 1991 oleh Guido van Rossum, Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi bertujuan umum (general purpose). Sama seperti Ruby, bahasa ini sepenuhnya berorientasi objek - satu perbedaan yang mungkin dapat kamu langsung temukan adalah bahwa Python merupakan bahasa "tingkat tinggi". Apa artinya?

Berbeda dengan Ruby yang menekankan faktor manusia dalam pemrograman, titik fokus utama Python adalah tingkat kemudahan membaca (readability). Filosofi inti di balik Python adalah bahasa ini harus sangat mudah digunakan. Inilah arti dari "tingkat tinggi" - bahasa pemrograman tingkat tinggi memiliki sintaks yang sangat sederhana dan mudah dibaca yang sangat mirip dengan bahasa Inggris sehari-hari. Ini juga salah satu alasan utama mengapa Python begitu populer - kenyataan bahwa penggunaannya sangat mudah menarik lebih banyak orang setiap hari.

Walaupun Python sebagian besar berorientasi pada Linux, ia dapat digunakan pada platform utama lainnya. Ia mulai terkenal langsung setelah tersebarnya informasi bahwa bahasa ini digunakan untuk mengelola platform seperti YouTube, Dropbox dan Instagram. Sejak saat itu, ia telah menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling umum digunakan di seluruh dunia.

Dengan pembahasan singkat tentang bahasa pemrograman Python, kamu sekarang sudah memahami dasar-dasar dibangunnya bahasa ini. Sekarang, mari kita lanjutkan tutorial Python VS Ruby ini dengan ringkasan bahasa pemrograman Ruby.


Ruby

Apa itu Ruby? Ruby adalah bahasa pemrograman yang diciptakan pada tahun 1995, oleh seorang ilmuwan komputer dari Jepang bernama Yukihiro Matsumoto. Ruby adalah bahasa dengan tujuan umum dan berorientasi objek, yang berarti bahwa tujuan penggunaannya adalah untuk penerapan sehari-hari (digunakan untuk tugas harian). Bagian berorientasi objek juga sangat penting - artinya bahwa bahasa ini menggunakan objek dalam prosesnya, yang membolehkan bagian tertentu atau keseluruhan program ini, secara umum, dapat digunakan kembali untuk proyek lain. Selain itu, pemrograman berorientasi objek menyediakan struktur modular yang jelas untuk proyek-proyek programmernya.

Sejak awal, bahasa Ruby dimaksudkan untuk menjadi menyenangkan. Ini adalah sesuatu yang jarang disebut dalam artikel perbandingan Python VS Ruby lainnya, mungkin karena ini bukanlah parameter objektif dari bahasa pemrograman tersebut. Akan tetapi, masih penting untuk menyebut ini, karena fun adalah salah satu poin utama dari filosofi Ruby. Mr. Matsumoto menekankan bahwa Ruby harus mudah dan menyenangkan untuk digunakan, dan harus fokus pada sisi "manusia" daripada sisi "komputer" dalam proses pemrograman yang sebenarnya.

Bahasa Ruby memiliki fitur pengetikan dinamismanajemen memori otomatispengumpulan sampah, dan banyak lagi fitur lainnya. Selain itu Ruby adalah bahasa OOP (Object-Oriented Programming atau Pemrograman Berorientasi Objek) sepenuhnya, dengan inheritance (warisan), masterclass (kelas master), dan semua di antaranya.

Ruby juga memiliki reputasi sebagai bahasa yang sangat menerima inovasi baru - bukan hanya Ruby memiliki banyak fitur untuk dipilih secara alami, tetapi Ruby juga dengan mudah menerima banyak implementasi dan pembaruan (ini adalah poin penting untuk perbandingan Python VS Ruby).


Lua

Lua telah digunakan di banyak aplikasi industri (mis., Adobe Lightroom Adobe), dengan penekanan pada sistem tertanam (mis., Middleware Ginga untuk TV digital di Brasil) dan game (mis., World of Warcraft dan Angry Birds). Lua saat ini adalah bahasa scripting terkemuka di game. Lua memiliki manual referensi yang solid dan ada beberapa buku tentang itu. Beberapa versi Lua telah dirilis dan digunakan dalam aplikasi nyata sejak didirikan pada tahun 1993. Lua tampil di HOPL III, ACM SIGPLAN Ketiga Sejarah Programming Languages Conference, pada 2007. Lua memenangkan Front Line Award 2011 dari Game Developers Magazine.

Lua didistribusikan dalam sebuah paket kecil dan dibangun di luar kotak di semua platform yang memiliki kompiler C standar. Lua berjalan pada semua rasa Unix dan Windows, pada perangkat seluler (menjalankan Android, iOS, BREW, Symbian, Windows Phone), pada mikroprosesor tertanam (seperti ARM dan Rabbit, untuk aplikasi seperti Lego MindStorms), pada mainframe IBM, dll.

Untuk alasan spesifik mengapa Lua adalah pilihan yang baik juga untuk perangkat terbatas, baca ringkasan ini oleh Mike Pall. Lihat juga poster yang dibuat oleh Timm Müller.

No comments:

Post a Comment

Pengenalan Komputasi Pararel

Apa itu komputasi paralel?     Komputasi paralel adalah salah satu teknik melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa...