- Mengapa backup juga perlu diterapkan dalam basis data?
- Bilamana Recovery data dilaksanaknan
- Apa peranan DBA dalam proses Backup dan Recovery data
1. Dengan tujuan menghindari kerusakan & kehilangan, pada basis data, selain itu pentingnya
menjaga keutuhan data ini, alangkah baiknya jika ada suatu kebijakan
khusus yang diterapkan. Salah satu kebijakan yang penting adalah
mengenai backup data. Dengan adanya sistem backup restore yang baik akan
dapat menjaga keberlangsungan data dan sistem.
2. Recovery data adalah suatu proses pemulihan sistem yang bermasalah agar bisa pulih seperti sedia kala. Recovery tidak hanya terpaku pada data saja karena juga dapat memulihkan suatu sistem. proses recovery data juga dapat Anda lakukan walaupun data-data yang hilang sudah tidak ada lagi di dalam recycle bin.
Dalam menjaga keamanan data di dalam komputer, Anda pasti mengenal dengan proses backup data dan restore data.
Keduanya adalah aktivitas yang dilakukan apabila terdapat data di dalam
komputer yang rusak atau hilang akibat serangan virus atau penggunaan
komputer yang terlalu lama. Ternyata masih ada satu hal lagi yang bisa
Anda andalkan untuk menjaga keamanan data-data pada komputer yaitu recovery data. Berikut ini akan dijelaskan perihal recovery data untuk menambah pengetahuan dan wawasan Anda.
Apa Itu Recovery Data?
Recovery data adalah suatu proses pemulihan sistem yang bermasalah agar bisa pulih seperti sedia kala. Recovery pada
komputer dilakukan akibat adanya serangan virus yang menyerang sistem
komputer dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Recovery data sangat tepat dipakai bagi Anda yang tidak memiliki aplikasi antivirus pada sistem komputer. Melakukan proses recovery data
ini dijamin sangat efektif dalam mengembalikan sistem yang error bahkan
yang terjangkit virus karena tidak dapat ditangani antivirus. Recovery data juga dapat memulihkan berbagai data yang ada di media penyimpanan seperti hardisk, flashdisk, memory card, kamera digital dan lain-lainnya.
Cara Melakukan Recovery Data
Setelah membaca tentang pengertian serta perbedaan recovery dengan backup dan restore dapat disimpulkan bahwa recovery data adalah proses pemulihan data dan sistem yang paling handal. Lalu bagaimana ya cara melakukan proses recovery data tersebut? Bagi Anda yang ingin mencobanya bisa mempraktekan langkah-langkah berikut ini :
- Setting Recovery pada sistem biasanya dapat anda jumpai pada pilihan Start Button.
- Setelah di klik maka akan muncul jendela System Restore/Recovery, kemudian klik pada tombol Next.
- Pada halaman utama ini anda akan menjumpai daftar Restore/Recovery Point yang ditulis secara otomatis oleh sitem komputer anda. Disini anda bisa memilih sesuai waktu yang diinginkan, jika kerusakan terjadi sehari yang lalu maka anda hanya perlu memilih Point pada 2 hari yang lalu. Setiap Point tentunya juga memiliki registry dan pengaturan sistem yang berbeda – beda, sehingga anda harus hafal segala perubahan pada setting komputer anda.
- Jika sudah memilih anda bisa klik Scan for Affected Program kemudian pilih Next.
- Lalu pada jendela konfirmasi anda bisa klik Finish dan proses Recovery pun akhirnya berjalan, tunggu proses hingga selesai dan jangan lupa untuk merestart komputer anda agar perubahan dapat langsung diterapkan.
3. Database administrator (DBA) merupakan seseorang yang bertanggungjawab atas kinerja, integritas dan keamanan database. Mereka juga akan terlibat dalam perencanaan dan pengembangan database, serta pemecahan masalah apapun atas nama pengguna.
Seorang database administrator
harus memahami tidak hanya sisi teknis untuk menciptakan, mengelola,
dan memelihara database, tetapi juga tujuan organisasi belakang fungsi
masing-masing database. Setelah itu, administrator database memastikan
bahwa informasi infrastruktur beroperasi
secara efisien dan memungkinkan pengguna untuk melakukan tugas-tugas
sehari-hari mereka - seperti mengelola laporan keuangan atau mencari
informasi kontak klien. Selain itu, seorang database administrator
bertugas memastikan bahwa sebuah database memiliki kualitas sebagai berikut:
2. Data dapat terdefinisikan secara jelas
3. Pengguna dapat mengakses data secara bersamaan, sesuai dengan kebutuhan mereka
4. Ada pengamanan data dan dapat mem-back up data yang hilang dalam keadaan darurat
Peran DBA bervariasi tergantung pada jenis database, proses yang mereka kelola dan kemampuan sistem manajemen database (DBMS) yang digunakan.
Tanggungjawab (Responsibilities)
· Memberikan kebutuhan pengguna dan melakukan pemantauan akses pengguna serta keamanan
· Menyempurnakan desain fisik untuk memenuhi persyaratan sistem penyimpanan;
menginstal dan menguji versi baru dari DBMS
menginstal dan menguji versi baru dari DBMS
· Menginstal dan menguji DBMS versi baru
· Menulis dokumentasi database, termasuk data standar, prosedur dan definisi untuk kamus data (metadata)
· Mengontrol hak akses dan hak-hak istimewa
· Mengembangkan, mengelola, dan pengujian back-up dan rencana pemulihan (Recovery plans)
· Memastikan bahwa penyimpanan dan pengarsipan prosedur data berfungsi dengan benar
· Berkomunikasi secara teratur dengan teknisi dan staf operasional untuk memastikan integritas dan keamanan database
· Menginstal aplikasi baru dan menyesuaikan aplikasi yang ada untuk membuat pengguna merasa cocok dengan tujuan mereka masing-ng
· Memodifikasi struktur database, diperlukan, dari informasi yang diberikan oleh pengembang aplikasi
· Mempertahankan data arsip
· Menghasilkan berbagai laporan dengan query dari database sesuai kebutuhan
No comments:
Post a Comment